Category Archives: mellow

Family

In the end, is these small things that you’d remember.
Little imperfections that make them perfect for you.

Funeral
– Yasmin Ahmad



Advertisements

Angels of Mine

your_angel

Suatu sore, di satu akhir minggu ketika saya akhirnya bisa sejenak melepaskan diri dari dari hiruk pikuk kampus dan kantor, saya membacakan keponakan kecil saya dongeng dari sebuah buku bergambar. Mungkin karena terinspirasi dari cerita dongeng dengan karakter si putri berwajah malaikat, keponakan kecil saya bertanya, “Tante, seperti apa malaikat itu?”

Belum sempat saya berpikir bagaimana menjawab pertanyaannya, dia – yang sepertinya sangat ingin tahu dan tidak sadar dengan diamnya saya yang belum berhasil menjawab pertanyaannya – ia bertanya lagi, “Ada di mana malaikat itu? Tante pernah bertemu malaikat?”

Akhirnya, saya cuma mengeluarkan jawaban cliche, “Malaikat itu ada di surga, cantik, seperti kamu.” Continue reading

coffee.kopi

Sudah lama rasanya saya ingin dipijat. Alasannya apalagi kalau bukan badan ini sudah berteriak minta dimanjakan. Di akhir tahun di mana load pekerjaan semestinya menurun dan membuat orang-orang bersantai menikmati libur panjang; load pekerjaan saya malah menggila. Dimulai dari promo casting news presenter/reporter di Makassar dan Surabaya, HUT, Nonton Bareng Liga Italia di Depok, open recruitment di Bandung Januari nanti, sampai rencana Presidential Lecture dengan Sekjen PBB yang akhirnya dibatalkan pada hari-H. belum lagi tugas-tugas rutin yang berkaitan dengan pemasangan iklan di media cetak, barter TVC, dan promo program di radio.

Hhh. Menyebutkannya saja sudah membuat saya lelah.

***

Sejujurnya, saya tidak terlalu suka dipijat. Sakit bercampur geli. Belum lagi risih rasanya untuk tidak berbusana di hadapan mbak-mbak salon yang bertugas. Tapi harus saya akui, saya suka efeknya. Otot dan syaraf saya yang tegang akan lemas dan saya akan bisa tidur lebih nyenyak. Continue reading

The moment of (not) letting go

Rabu, 7/11/07

8.49 am

Café Au Lait, Gedung Bank Mandiri Sudirman

I’m leaving soon. Saya akan meninggalkan kantor ini dalam waktu dekat.

Sekarang saya sedang menunggu Hanum, teman saya semasa kuliah yang menawari saya pekerjaan baru itu. Pekerjaan di sebuah advertising agency bernama Blue Circle.

Saya sudah berpikir untuk menerima pekerjaan itu sejak dua minggu yang lalu. Tapi sampai sekarang, jujur saja, keputusan itu belum bulat. Continue reading

Duapuluh Empat Jam, Delapanpuluh Enam Ribu Empatratus Detik

Hari ini,

Duapuluh empat jam berlalu,

Dengan saya yang berhasil menahan diri,

Sama sekali tidak menghubungi kamu.

Tapi hari ini,

Tidak sedetik pun berlalu,

Tanpa saya tidak memikirkan kamu.

Sabtu, 28 Juli 2007

12.44 am

Kamu akan berlalu,

Seiring dengan berlalunya waktu.

Dan saya akan melupakan kamu,

Seiring dengan berlalunya waktu.

Saya harap begitu.

Saya berdoa semoga begitu.

Jumat, 27 Juli 2007

9.53 pm

Malam Ini

Saya merindukan kamu yang dulu,

Tapi saya tidak kehilangan kamu yang sekarang

Kamis, 26 Juli 2007

9.23 pm